July 03, 2010

Beware of Gas Explosion!!!!!

Akhir-akhir ini, kasus ledakan gas semakin menjadi-jadi. Hal ini tentu saja membuat kita para pengguna tabung gas, terutama yang berukuran 3 kg menjadi was-was, sebab pada kasus ledakan gas yang selama ini terjadi, yang menjadi taruhan bukan hanya harta, tetapi juga nyawa. Untuk itu, kita perlu memperhatikan bagaimana kita menggunakan tabung gas tersebut, agar kejadian ledakan gas ini tidak menimpa kepada kita.
Yang paling penting, kita harus mengetahui bagaimana ledakan gas ini terjadi atau bagaimana mekanisme ledakan gas itu. Selama ini, yang diberitakan di media cetak atau media elektronik masih keliru mengenai ledakan gas ini. Yang diberitakan seakan-akan tabungnya yang meledak. Padahal kejadiannya tidak seperti itu. Menurut direktur Pusat Teknologi Konversi dan Konservasi BPPT, Pak Arya Rezavidi, yang meledak bukanlah tabungnya, tetapi gas yang bocor dan terkumpul di ruangan yang tertutup kemudian terpicu oleh percikan api menjadi suatu ledakan. Adapun tabung gasnya, yang terjadi selama ini tidaklah mengalami ledakan (seperti yang sering terlihat di TV). Oleh karena itu, faktor-faktor yang berperan dalam peristiwa ledakan gas adalah: 1. adanya kebocoran gas, 2. Terkumpulnya/terkonsentrasinya gas dalam suatu ruangan tertutup tanpa adanya sirkulasi udara, 3. Adanya percikan api yang bisa menjadi pemicu.Setelah mengetahui mekanisme ledakan gas ini, maka kita bisa melakukan tindakan pencegahan pada tiga faktor yang telah teridentifikasi di atas.
Pertama, mencegah terjadinya kebocoran gas. Menurut pak Arya lagi, pada sistem kompor gas yang ada sekarang, terdapat tiga titik yang paling berisiko menimbulkan kebocoran gas, yaitu katup antara tabung gas dan regulator, pada selang gas, dan pada sambungan antara selang dan kompor gas. Untuk itu, hal-hal yang bisa dilakukan antara lain: 1. Melakukan pemilihan dan pemeriksaan gas ketika membeli. Menurut saya, bagian dari tabung gas yang paling rawan menyebabkan kebocoran adalah pada katup tabung dan sambungan katup ke tabung. Pemeriksaan paling aman adalah dengan menggunakan air sabun. Jika terlihat ada gelembung-gelembung sabun yang membesar, hal ini menandakan adanya kebocoran gas. 2. Menggunakan regulator, selang, dan kompor yang memenuhi SNI. Hal ini lebih menjamin sistem kompor gas dari adanya kebocoran. 3. Melakukan pemasangan regulator dan kompor dengan seksama.
Kedua, jika kebocoran gas telah terjadi, yang harus dilakukan adalah mencegah gas tersebut terkumpul dalam satu ruangan tertutup. Bagaimana cara mengetahui adanya kebocoran gas? Hidung kita merupakan suatu sensor yang sangat sensitif. Oleh karena itulah, maka gas elpiji diberi aroma yang khas (aslinya, gas elpiji tidak berbau). Jadi, jika di dapur kita tercium aroma gas elpiji yang khas, segera buka pintu dapur dan biarkan udara dari luar masuk. Hal ini dilakukan untuk mencegah terjadinya gas dalam konsentrasi tinggi di dalam ruangan, sebab gas inilah yang akan terbakar menghasilkan gas-gas H2O dan CO2 dan gas-gas buangan lain yang bervolume besar dalam waktu yang sangat singkat. Hal ini diartikan sebagai ledakan.
Ketiga, suatu ledakan dapat terjadi jika adanya pemicu. Pemicu ledakan adalah zat yang memiliki suhu di atas flash point gas elpiji, antara lain api dari korek, rokok, bunga api listrik dan benda-benda bersuhu tinggi lainnya. Untuk itu, jika terjadi kebocoran gas, jangan nyalakan api, rokok, ataupun obat nyamuk bakar. Selain itu, perhatikan instalasi listrik di rumah Anda. Jangan biarkan instalasi listrik di rumah Anda selalu memercikkan bunga api akibat pemasangan yang asal-asalan.
Dan yang terakhir, adalah sikap kehati-hatian kita dalam menggunakan sistem kompor gas ini, sebab kebanyakan ledakan gas terjadi akibat human error. Selain itu, saya sangat menyarankan agar sosialisasi-sosialisasi semacam ini semakin banyak dilakukan kepada masyarakat, terutama mereka-mereka yang berada di desa yang kurang mengetahui tentang mekanisme kompor gas ini.

2 comments:

  1. Hehe ada sardi disana. Betul sekali bang adit. Itu harus disosialisasikan supaya resiko kecelakaan ledakan bisa diminimalisir. Yang paling parah, dikhawatirkan satu dapur meledak (misal rumahnya ditinggal untuk waktu yang lama, dan gasnya bocor)

    ReplyDelete