January 18, 2011

My Favourite Badminton Player: Zhao Jianhua


Zhao Jianhua merupakan pemain bulutangkis spesialis tunggal asal negara China. Dia lahir pada 21 April 1965. Zhao aktif dalam dunia perbulutangkisan internasional pada periode akhir 80-an hingga awal 90-an. Zhao terkenal dengan gaya permainan yang sangat atraktif, cepat, agresif, dan penuh muslihat. Menurut saya gaya permainan pemain dengan tinggi 183 cm ini jauh melebihi pemain pada zamannya yang cenderung mengandalkan rally. Dan prestasi prestisius yang didapatkannya adalah menjadi juara All England pada tahun 1985 saat usianya baru menginjak 20 tahun dengan mengalahkan sang juara bertahan, Morten Frost Hansen. 
Pemain dengan julukan "The Heavenly King" ini digadang-gadang sebagai salah satu pemain paling berbakat pada cabang bulutangkis ini. Namun sayang, inkonsistensinya dalam permainan membuat dia tidak dapat meraih banyak gelar, sebagaimana kompatriotnya, Yang Yang.
Salah satu teknik bulutangkisnya yang saya kagumi adalah "Crosscourt jumping smash"-nya, seperti yang dapat dilihat pada animasi di bawah ini, yang merupakan smash favorit saya, saat dia mengkandaskan Joko Suprianto di final All England 1990.

January 07, 2011

Taubat Lagi, Maksiat Lagi - Tanya Jawab bersama Ustadz Muhammad As-Sewed

Tanya: 
Bagaimana dengan taubat yang dilakukan berulang-ulang dengan kemaksiatan yang sama, apakah taubatnya bisa diterima?

Jawab: 
Dengan taubatan nasuha akan diterima. Jadi ada seorang mubtadi' (ahli bid'ah), seorang yang berpemikiran mu'tazilah, pernah saya dengar sendiri dia menyampaikan sebuah ayat yang berisi "tsumma amana tsumma kafaro tsumma amana tsumma kafaro", kemudian beriman kemudian kafir lagi, kemudian beriman kemudian kafir lagi, kemudian distempel oleh Alloh dalam keadaan kafir dan tidak akan bisa kembali lagi, ditafsirkan oleh dia (si mubtadi'), "makanya jangan taubat terus maksiat lagi, taubat terus maksiat lagi, nanti tidak akan diterima taubatnya". Ini adalah penafsiran yang dusta dan kadzab atas nama Alloh, padahal (sebuah) hadits justru (menyatakan) sebaliknya. Dalam shohih muslim ada seseorang yang berbuat dosa kemudian taubat kepada Alloh, maka Alloh mengatakan,"hambaku tahu bahwa dia mempunyai Robb yang mengampuni dosa,maka Aku ampuni dia", kemudian berbuat dosa lagi, taubat lagi, Alloh mengatakan,"hambaku tahu bahwa dia mempunyai Robb yang mengampuni dosa, maka Aku ampuni dia", sampai yang ketiga kalinya,  (tetap Alloh mengatakan) "hambaku tahu bahwa dia mempunyai Robb yang mengampuni dosa, maka silakan berbuat dosa karena Aku ampuni dia". Hati-hati, jangan (hadits ini) dijadikan untuk meremehkan dosa. Ini dibahas juga oleh Ibnul Qoyyim dalam kitab yang tadi juga, kitab Al Jawaabul Kaafi, bahwa ini menunjukkan kalau taubat itu taubatan nasuha, taubat yang ikhlash, yang betul-betul taubat, maka mungkin akan diterima, tapi tetap di tangan Alloh kehendaknya, artinya apakah diterima atau tidak, itu (kehendak) Alloh Subhannahuwata'ala, tapi kemungkinan (untuk diterima) tetap ada. Tetap kemungkinan taubat ada, tidak pernah pintu taubat tertutup kecuali yughorghir (ketika nyawa sudah di tenggorokan), tetap pintu taubat terbuka, man lam yughorghir. Jadi syarat taubat bukan berhenti (dari maksiat), kemudian mengucapkan istighfar, kemudian menyesal, dan tidak mengulanginya selama-lamanya. Bukan itu syarat-syarat taubat. Yang awal betul, dua betul, tiga betul, yang terakhir salah. Yang ada adalah 'azzam untuk tidak berbuat lagi. Paham ya? Beda dengan yang tadi (yang awal), syaratnya yang keempat tidak berbuat lagi. Itu bukan syarat, (kalau)  tidak berbuat lagi. Mestinya syaratnya, berazzam untuk tidak berbuat lagi, bertekad untuk tidak berbuat lagi. Tapi kalau terjerumus lagi, ya taubat lagi. Yang penting tekad itu kamu mantapkan dalam hati untuk tidak berbuat lagi. Dan Alloh tahu apakah kamu serius atau main-main. Alloh Mahatahu, apakah kamu ucapkan saja, nanti saya akan berbuat lagi, atau memang kamu niat berhenti. Tapi tidak mustahil kamu sudah niat yang tekad, yang ikhlash, sudah kamu betul-betul murni tekadnya, tapi kalah lagi, kejeblos lagi, sampai kamu menangis dan kemudian bertaubat. Besok sungguh-sungguh lagi, insyaAlloh Alloh ampuni, walaupun tiga-empat kali terjerumus. Tapi yang penting kita bertaubat dengan tadi, syaratnya adalah selain kamu menghentikan perbuatan itu, ketika itu kamu berhenti, dan kemudian setelah itu bertekad untuk tidak mengulanginya lagi, dengan ikhlash bertekad dalam hati bahwa saya tidak berbuat lagi. Ini syaratnya, jadi syaratnya apa? Tekad untuk tidak berbuat lagi. Kalau sampai terjerumus lagi, ya minta ampun lagi pada Alloh Subhanahuwata'ala, taubat lagi terus begitu. Man Lam yughorghir, sebelum nyawa di kerongkongan, masih tetap terbuka, dan sebelum matahari terbit dari barat.
Disadur dari tanya jawab bersama Ustadz Muhammad Umar AsSewed, dengan beberapa editan. Semoga bermanfaat, insyaAlloh..
Jika mau file audionya, silakan putar file audio di bawah ini..



January 04, 2011

Dasar-Dasar Bulutangkis -2

2. Pukulan Dalam Bulutangkis
Dibandingkan olahraga-olahraga lain yang menggunakan raket, bulutangkis memiliki ciri khas, yaitu dalam memukul, diperlukan gerakan aktif dari pergelangan tangan. Hal ini berbeda dengan tenis, yang menekankan agar pergelangan tangan tetap kaku selama memukul. Dengan aktifnya pergelangan tangan pada saat memukul pada permainan bulutangkis, gaya dari ayunan tangan akan lebih fokus sehingga pukulan akan lebih kencang tanpa tenaga yang berlebihan (kata Zhao Jianhua dalam video intructionalnya). Secara gampangnya (ini versi ayah saya yang juga pernah menjadi pelatih bulutangkis saya), pukulan dalam bulutangkis itu seperti mencambuk (coba lihat kalo pemain ebeg/kuda lumping sedang memakai pecutnya).Penggunaan pergelangan tangan secara aktif dalam bulutangkis masih jarang digunakan oleh para pemain bulutangkis pemula. Hal ini karena diperlukan latihan yang rajin dan jam terbang yang cukup lama, dan juga seringnya melakukan observasi terhadap cara memukul yang benar. 
Selain aktifnya gerakan pergelangan tangan (wrist action), dalam teknik memukul pada bulutangkis juga diperlukan aktifnya gerakan pronasi dan supinasi, yaitu gerakan memutar tangan akibat gerakan tulang hasta dan pengumpil. Kedua gerakan ini dapat dilihat pada animasi di bawah ini.


Terdapat bermacam-macam pukulan dalam bulutangkis. Namun, teknik memukul dalam bulutangkis secara garis besar dapat dibagi menjadi dua, yaitu pukulan forehand dan pukulan backhand. Pada pukulan forehand, gerakan lengan adalah berotasi ke arah dalam, begitu pula dengan tangan, terjadi rotasi pada tulang hasta dan tulang pengumpil ke arah dalam, dan terakhir pergelangan tangan juga berotasi dari belakang ke depan.
Untuk animasi forehand dapat dilihat pada animasi sebelumnya. Adapun pada pukulan backhand, semua gerakan berkebalikan dengan pukulan, yaitu rotasi tangan terjadi ke arah luar, dan gerakan pergelangan tangan adalah dari depan ke belakang, seperti dapat dilihat pada animasi di bawah ini.


Kemudian, teknik memukul pada bulutangkis dibagi-bagi lagi menjadi banyak jenis, antara lain servis, lob, drive, drop shot, net, dan smash. Untuk tiap jenis teknik memukul ini terdapat untuk forehand dan juga untuk backhand. Secara detail, tiap jenis teknik memukul ini akan dijelaskan pada artikel selanjutnya.

Hak Sesama Muslim Terhadap Muslim yang Lain

Dari Abu Huroiroh rodhiyallohu'anhu, beliau berkata, Rosululloh Sholallohu'alaihi wasallam bersabda: "hak seorang muslim terhadap muslim yang lain ada enam". Ada yang berkata,"apa saja itu ya Rosululloh?", bersabda Rosululloh Sholallohu'alaihi wasallam,"ketika engkau bertemu dengannya maka ucapkanlah salam kepadanya,  ketika dia mengundangmu maka jawablah/penuhilah, ketika dia meminta nasihat kepadamu maka nasihatilah dia, ketika dia bersin dan dia memuji Alloh, maka doakanlah kebaikan kepadanya (tasymit), ketika dia sakit maka jenguklah dia, dan ketika dia meninggal maka antarkanlah jenazahnya. Diriwayatkan oleh Imam Muslim Rohimahullohu.
Dalam hadits yang mulia ini diterangkan adanya enam hak seorang muslim yang harus ditunaikan oleh muslim yang lainnya. Penyebutan enam hak di dalam hadits ini tidaklah membatasi bahwa hak seorang muslim terhadap muslim yang lain hanya enam. Namun, di dalam hadits ini hanyalah pemberian contoh, bahwa ada enam hak yang harus ditunaikan seorang muslim terhadap muslim yang lain. Dan penyebutan muslim di sini juga tidak terbatas untuk muslim lelaki, tetapi juga berlaku untuk muslim wanita/muslimah.
Enam hak ini termasuk adab-adab syar'i yang diatur dalam Islam. Hal ini menunjukkan kesempurnaan ajaran Islam, hingga ketika seseorang bersin pun diatur bagaimana adab yang baik yang harus dilakukan. 

1. Ketika bertemu, maka ucapkanlah salam kepadanya.
Yaitu mengucapkan "Assalamu'alaikum", dan jika ingin, maka boleh ditambah menjadi "Assalaamu'alaikum Warohmatulloh" dan baginya 20 kebaikan. Boleh pula ditambah menjadi "Assalamu'alaikum Warohmatullohi Wabarokatuhu" dan baginya 30 kebaikan. Hukum memulai mengucapkan salam adalah sunnah muakkad, sedangkan menjawab salam adalah wajib, dengan dalil Surat An Nisa:86. Dalam menjawab salam, kita harus menyamai salam yang diucapkan atau boleh menambahnya. 
Ucapan salam merupakan doa kepada muslim yang lain agar mereka diberikan keselamatan oleh Alloh AsSalam.

2. Ketika dia mengundangmu maka jawablah/penuhilah
Dalam hadits ini, yang dimaksud dengan mengundang adalah bersifat umum, misal mengundang makan, berkunjung, dll. Hukum mendatangi undangan ini adalah mustahab/sunnah. Sedangkan mendatangi walimatul 'ursy dari seorang muslim, hukum asalnya adalah wajib, selama dalam acara walimah tersebut tidak ada hal-hal yang bersifat harom, seperti ikhtilath, musik, perempuan yang bertabarruj, dsb. Kemudian, jika kita diundang pada acara walimah, tetapi kita tidak bisa datang karena suatu kendala, misal jarak yang terlalu jauh sehingga kita tidak mampu mendatangi ataupun halangan-halangan lain, maka tidak mengapa jika kita tidak mendatangi.

3. Ketika saudaramu meminta nasihat, maka berikanlah nasihat
Berdasarkan surat Al Ashr ayat ke-3, وتواصوا بالحق وتواصوا بالصبر "dan saling menasihati dengan kebaikan dan saling menasihati dengan kesabaran". Dan nasihat ini juga harus dalam kebaikan (Al Birr) dan ketaqwaan.

4. Ketika dia bersin dan dia memuji Alloh, maka doakanlah kebaikan baginya. 
Kenapa jika kita bersin kita harus memuji Alloh? Karena bersin merupakan nikmat dari Alloh. Dengan bersin, maka hilanglah beban dari dalam tubuh kita, dan tubuh kita akan terasa lebih ringan. Dan kita mendoakan saudara kita yang bersin dengan syarat dia mengucapkan "Alhamdulillah" setelah bersin. Doa yang kita ucapkan disebut dengan tasymit, yaitu ucapan "Yarhamukalloh". Dan jika yang bersin mendengar tasymit ini, maka dia hendaknya mengucapkan "Yahdikumulloh washliihu baalakum" (semoga Alloh memberimu hidayah dan memperbaiki keadaanmu). Doa tasymit diucapkan untuk bersin pertama, kedua, dan ketiga. Jika bersin terjadi lebih dari 3 kali, maka doakanlah kesembuhan baginya, karena dia terkena sakit flu.

5. Ketika saudaramu sakit, maka jenguklah dia.
Ketika kita menjenguk saudara kita yang sedang sakit, maka ucapkanlah hal-hal yang bisa menghibur si sakit. Misal dengan ucapan, "bagaimana keadaanmu, sudah baikan?", "kamu kelihatan lebih baik sekarang" dsb. 
Namun, jika pada si sakit telah ada tanda-tanda yang akan mendekati kematian, maka tuntunlah dia untuk selalu dzikir kepada Alloh dengan mengucapkan syahadat, dan kita harapkan dia akan meninggal dalam keadaan khusnul khotimah.
Diperbolehkan menjenguk orang kafir yang sakit dengan syarat dapat diharapkan keislamannya jika kita mengunjungi dan mendakwahinya. Hal ini berdasarkan hadits yang mengisahkan Rosululloh yang menjenguk Abu Tholib, ketika dia sedang menghadapi kematian, maka Rosululloh memintanya untuk mengatakan Laa ilaha illalloh, tetapi dia menolak. Dan diutamakan orang kafir yang sedang dalam sakaratul maut, karena dalam kondisi ini, hatinya akan lebih lunak, insyaAlloh.

6. Jika saudara kita meninggal, maka antarkan jenazahnya..
Tentang hal ini insyaAlloh akan dijelaskan pada pertemuan selanjutnya.
Wallohuta'ala a'lamu bish shawaab..

Tambahan:
1. Jika salam disampaikan kepada sekelompok orang, maka hukum menjawab salam ini adalah fardu kifayah, artinya cukup satu orang dari kumpulan orang tersebut yang menjawabnya.
2. Jika ada kafir yang mengucapkan salam kepada kita, maka kita cukup jawab "wa'alaikum".

Diringkas dari ta'lim pada hari Ahad, 27 Muharrom 1432 H di Masjid Kampus ITENAS, Bandung..


January 03, 2011

Dasar-Dasar Bulutangkis -1

Indonesia telah mengukir sejarah yang manis dalam cabang olahraga ini dengan munculnya pemain-pemain legendaris para juara seperti Tan Joe Hok, Ferry Souneville, Rudi Hartono, Liem Swie King, hingga Taufik Hidayat. Oleh karena itu, tidak heran jika bulutangkis menjadi sangat populer di negeri kita ini. Dan virus bulutangkis ini pun telah menjangkit sebagian anggota perhimak, dan ini merupakan virus yang menyehatkan. 
Oleh karena itu, agar mereka (anggota PHK) semakin familiar dengan olahraga bulutangkis, saya insyaAlloh akan menulis secara serial mengenai dasar-dasar olahraga bulutangkis ini secara teoretis.

1. Peralatan dan Perlengkapan Bulutangkis
a. Lapangan
Secara resmi, lapangang bulutangkis memiliki panjang 44 ft dan lebar 20 ft (17 ft untuk permainan single). Daerah permainan pada bulutangkis dibedakan menjadi dua, yaitu saat melakukan servis dan saat permainan berlangsung (setelah servis). Untuk permainan tunggal, daerah servis dan permainan ditunjukkan oleh gambar a dan b, sedangkan untuk permainan ganda ditunjukkan oleh gambar c dan d.Lebar garis lapangan adalah 4.0 cm dan warna garis harus kontras dengan warna lapangan. Selain itu, garis menjadi bagian dari lapangan yang dibatasinya.

Lapangan Bermain Ganda
Lapangan Bermain Tunggal

Lapangan Servis Ganda
Lapangan Servis Tunggal
b. Jaring/Net
Jaring terletak melintang di tengah lapangan. Tinggi jaring adalah 1.55 meter dengan panjang 6.1 m dan lebar 760 mm. Lebar lubang pada jaring adalah antara 1.5 - 2 cm.

c. Shuttlecock/bird 
Shuttlecock bisa terbuat dari bahan alami atau sintetis. Shuttlecock dari bahan alami terbuat dari bulu, dan kepalanya terbuat dari kayu yang terbungkus semacam kulit. Jumlah bulu pada shuttlecock ada 16 buah, dengan panjang antara 62-70 mm. Ujung dari bulu ini harus berada pada diameter antara 58-68 mm. Kepala shuttlecock memiliki diameter antara 25-28 mm, dengan unjung yang membulat. Berat dari shuttlecock antara 4.74-5.50 gr.

Shuttlecock
d. Raket
Raket memiliki panjang maksimal 680 mm dan lebar maksimal 230 mm. Bahan raket dapat berupa kayu, logam, ataupun komposit. Akhir-akhir ini, kebanyakan raket terbuat dari serat karbon. Bagian-bagian raket ditunjukkan oleh gambar di bawah ini.

Bagian-Bagian Raket Bulutangkis