December 19, 2010

4 Sifat Seorang Da'i

Bismillah...
Berikut ini saya ringkaskan hasil ta'lim yang berlangsung tadi siang bersama Ustadz Isma'il Al Aluury hafizhohulloh. Ta'lim ini membahas tentang muqodimah kitab Al Ushul Ats Tsalatsah karya Asy Syaikh Muhammad bin Abdul Wahab Rohimahullohu. Matan dari muqodimah itu adalah sebagai berikut:

اعلم رحمك الله ـ أنه يجب علينا تعلم أربع مسائل : الأولى : العلم وهو معرفة الله ومعرفة نبيه ومعرفة دين الإسلام بالأدلة . الثانية : العمل به الثالثة : الدعوة إليه الرابعة : الصبر على الأذى فيه والدليل قوله تعالى بسم الله الرحمن الرحيم (وَالْعَصْرِ) (العصر:1) (إِنَّ الْأِنْسَانَ لَفِي خُسْرٍ) (العصر:2) (إِلَّا الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ وَتَوَاصَوْا بِالْحَقِّ وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ)(العصر:3) [ سورة العصر ] 

Artinya:
Ketahuilah, semoga Alloh merahmatimu.Bahwasanya wajib atas kita untuk mengetahui empat hal, yang pertama adalah Al Ilmu, yaitu mengenal Alloh, mengenal nabi-Nya, dan mengenal agama Islam dengan dalil-dalil; yang kedua adalah beramal dengannya (Ilmu); yang ketiga berdakwah kepadanya, yang keempat adalah bersabar atas gangguan-gangguan yang ada di dalamnya.Dan dalilnya adalah firman Alloh Ta'ala: (Surat Al 'Ashr).

Keempat hal di atas adalah empat ciri yang wajib dimiliki oleh seorang da'i sehingga dia pantas untuk diikuti, ditaati, dan diambil faedah darinya, sebagaimana yang dinyatakan oleh Al Imam Ibnul Qoyyim al Jauziyah dalam kitab Zadul Ma'ad. 
Seorang da'i harus memiliki ilmu yang cukup untuk bisa berdakwah, mengajak manusia ke jalan Alloh. Namun, ilmu saja tidaklah cukup. Dia harus mengamalkan ilmu yang telah dimilikinya. Kata seorang salaf, seorang disebut alim jika memiliki ilmu dan beramal dengan ilmu tersebut. Kemudian seorang da'i juga harus mendakwahkan ilmu yang dimilikinya kepada manusia. Dan dakwah itu tidak harus berupa pengkajian kitab-kitab di depan majelis. Dakwah dapat dilakukan ketika sedang duduk-duduk bersama teman, atau ketika sedang makan bersama, sedang berolahraga, atau pada kesempatan-kesempatan lainnya. Dan berdakwah pun harus dilakukan dengan penuh hikmah. Apa itu hikmah? Hikmah adalah menempatkan sesuatu pada tempatnya. Dakwah hukum asalnya adalah lembut, tetapi jika dibutuhkan dakwah itu bisa keras dan tegas. Tentu saja hal ini tergantung pada siapa orang yang sedang dihadapi ketika berdakwah. Dan berdakwah pun tidak melulu berkesan menggurui. Kita bisa berdakwah kepada teman kita dengan cara yang santai, yang penting pesan kita tersampaikan. Dan perkara terakhir yang dimiliki seorang da'i adalah sabar terhadap segala cobaan yang merintangi dakwah mereka. Dakwah bukanlah pekerjaan yang remeh, yang santai, yang enak. Dalam dakwah, sering muncul rintangan-rintangan ataupun gangguan-gangguan. Dan ini adalah sunatulloh bagi siapa saja yang hendak berdakwah kepada jalan Alloh, pasti selalu ada rintangan, mulai dari zaman Nabi Nuh 'alaihissalam, Nabi Musa 'alaihissalam, Rosululloh Sholallohu'alaihi wasallam, hingga ke zaman sekarang ini. Dan semua gangguan ini harus dihadapi dengan penuh kesabaran dan selalu mengharapkan pertolongan kepada Alloh Ta'ala.
Dan tambahan lagi, ketika kita ingin berdakwah ke tengah masyarakat, yang dibutuhkan oleh mereka itu adalah amalan-amalan. Kebanyakan mereka tidak terlalu mementingkan dalil yang mendasarinya. Oleh karena itu, jika menghadapi masyarakat yang seperti ini, seorang da'i harus menonjolkan amalannya terlebih dahulu, seperti amalan ibadah, akhlak, dan mu'amalah. Namun, semua ini tidak boleh melupakan ilmu yang merupakan landasan dari suatu amalan. 

No comments:

Post a Comment