Showing posts with label Ilmu Rekayasa. Show all posts
Showing posts with label Ilmu Rekayasa. Show all posts

October 29, 2010

Mandulnya Riset Mahasiswa di Bidang Perminyakan di TM-ITB

{Tulisan ini merupakan opini saya pribadi berdasarkan apa yang saya lihat. Mungkin ada hal yang benar, mungkin pula ada yang tidak sesuai kenyataan. Jika ada yang kurang sesuai, tulisan ini terbuka terhadap koreksi}

Majunya riset di suatu negara merupakan salah satu parameter keunggulan negara tersebut, terutama di bidang pengetahuan. Riset juga bisa dijadikan parameter keunggulan SDM dan tingkat pendidikan. Di Indonesia, lebih khusus lagi di ITB, atau lebih tepatnya di Teknik Perminyakan, riset belum dilaksanakan dengan optimal. Memang, selama ini banyak dilakukan proyek-proyek yang bekerja sama dengan perusahaan-perusahaan minyak.Namun, proyek tentu saja tidak sama dengan riset. Dalam proyek, metode atau teknologi yang digunakan biasanya yang sudah ada, sehingga minim inovasi. Lalu bagaimana dengan TA yang dilakukan mahasiswa?? Meskipun ada TA yang bersifat riset, jumlahnya tidaklah banyak, ataupun riset yang dilakukan dalam TA kurang intensif, sehingga TA-nya pun kurang inovatif.
Riset dapat didefinisikan sebagai "the search for knowledge or as any systematic investigation, with an open mind, to establish novel facts, usually using a scientific method."(Wikipedia). Kata kuncinya adalah: systematic, novel, scientific method. Jadi riset harus dilakukan secara sistematik, menghasilkan hal baru (inovasi), dan berdasarkan metode saintifik.Ketika riset dilakukan dengan optimal, maka akan diperoleh inovasi-inovasi yang orang lain belum memilikinya. Oleh karena itu, riset dapat menuntun kepada suatu kemandirian, terutama di bidang teknologi. Mungkin hal inilah yang membuat Indonesia masih tergantung kepada bangsa lain di bidang teknologi, yaitu karena kurang optimalnya riset di negeri ini, dalam kasus ini di bidang Teknik Perminyakan di Indonesia.
Terdapat berbagai penyebab mengapa riset di TM kurang optimal:
1. Mahasiswa kurang diberi dorongan untuk tertarik kepada riset. Mungkin karena riset membutuhkan ketekunan dan waktu yang lama sehingga sedikit mahasiswa yang tertarik untuk melakukannya. Selain itu, seseorang yang ingin melakukan riset harus mau berkutat dengan buku referensi, jurnal, makalah, dan referensi-referensi lain yang berkaitan dengan hal yang akan diteliti. Kebanyakan mahasiswa kurang menyenangi hal ini. Mereka lebih menyukai permasalahan-permasalahan praktis, yang mudah dikerjakan.
2. Peralatan pendukung riset tidak memenuhi syarat. Sebagai mahasiswa TM-ITB, kita semua tahu lah kondisi lab AFR, lab Petro dan Lab lainnya. Hal ini tentu saja akan menghambat suatu kegiatan penelitian. Siapa yang harus bertanggung jawab terhadap semua ini??Tentu saja hal ini berbeda jauh dengan yang ada di KFUPM (http://www.kfupm.edu.sa/pet/pe_laboratories.htm).
Mungkin baru dua hal itu yang bisa saya identifikasi yang menjadi penyebab kurang gregetnya kegiatan riset di TM-ITB. Semoga segera ditemukan solusinya oleh pihak-pihak berwenang. 

May 26, 2010

Perlunya Kuliah Optimisasi Bagi Mahasiswa TM

Optimization merupakan suatu istilah dalam bahasa Inggris yang berarti penentuan suatu nilai parameter untuk memaksimalkan/meminimalkan nilai suatu fungsi tujuan (objective function). Saya belum menemukan padanan kata yang tepat untuk istilah optimization ini. Saya masih bingung, istilah mana yang lebih pas, apakah optimasi, optimisasi, atau optimalisasi. Tapi jika dianalogikan dengan istilah organization yang diserap menjadi organisasi, istilah optimization lebih pas untuk diserap sebagai istilah optimisasi. Optimisasi ini merupakan makanan sehari-hari seorang insinyur, apapun bidangnya. Optimisasi dilakukan ketika adanya batasan-batasan yang dijumpai oleh seorang insinyur ketika akan memaksimalkan manfaat yang bisa didapat dari sistem yang dimilikinya. Sebagai contoh, seorang insinyur dihadapkan dengan suatu mobil yang memiliki spesifikasi tertentu. Mobil ini akan digunakan untuk memindahkan sejumlah barang. Sang insinyur diperintahkan untuk menentukan, berapa kecepatan mobil, jumlah barang yang diangkut sekali jalan, dan berapa kali barang harus diangkut, agar menghasilkan pengeluaran bensin yang paling kecil, atau mungkin untuk menghasilkan biaya yang paling kecil. Kecepatan mobil, kapasitas mobil, dan biaya tentunya terbatas. Proses penentuan parameter berupa penentuan kecepatan mobil yang diinginkan dsb disebut sebagai optimisasi. Pengeluaran bensin atau biaya pengangkutan disebut sebagai fungsi tujuan (objective function), dan parameter yang menghasilkan fungsi tujuan minimum/maksimum disebut parameter optimum.

April 26, 2010

"Engineering", "Engineer", dan "Technician"

Ketiga istilah di atas biasa diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia sebagai berikut:
  • Engineering: rekayasa/teknik. Namun jika ditelusuri pada istilah aslinya, sepertinya istilah rekayasa lebih tepat untuk menggambarkan engineering. Istilah teknik sebagai arti dari engineering digunakan untuk merujuk pada istilah akademis. (misal department of civil engineering diartikan sebagai departemen teknik sipil).
  • Engineer: insinyur.
  • Technician: teknisi.
Namun kadang-kadang pengertian terhadap istilah-istilah tersebut masih kabur. Jika engineering diartikan sebagai teknik, berarti insinyur (engineer) itu adalah orang yang paham betul tentang teknik. Lalu apa bedanya dengan teknisi (technician). Kadang-kadang ada juga orang yang salah kaprah. Mereka mengira kalau apa yang dipelajari di teknik mesin itu sama dengan apa yang dipelajari di STM (Sekolah Teknik Menengah) jurusan mesin.
Agar penggunaan istilah-istilah di atas tidak rancu, kita perlu merunut pada akar istilahnya, dari mana istilah-istilah tersebut berasal.