February 12, 2009

Quotation from Mas Rudi

Pada saat kuliah Bor II bersama mas Rudi, Senin kemarin, beliau mengatakan suatu hal yang kayaknya sepele, tapi sebenarnya maknanya sangat mendalam. Waktu itu beliau berkata, “Kalo sedang kerja kita mesti serius, kalo lagi libur juga harus serius. HPnya dimatiin, jangan terima telepon, lupakan semua pekerjaan, nikmati liburannya”. Ungkapan ini benar-benar mencerminkan profesionalitas beliau. Dan artinya jika kita ingin menjadi seorang yang profesional, kita harus berkonsentrasi pada apa yang sedang kita lakukan agar hasilnya pun maksimal. Coba deh dilakukan, pasti akan menjadikan kita lebih baik.

Fakta Unik: Kucing Nan Menggemaskan


Disadur dari E-Book Kumpulan Fakta Unik, tulisan Yulius Haflan

Siapa sih yang tidak mengenal dengan makhluk nan gemesin ini. Mulai dari kucing kampung yang sering nyolong ikan asin hingga kucing model persia yang dimanja dan sering pergi ke salon. Perilakunya pun sangat menggemaskan. Hewan ini sangat kooperatif dengan manusia.

Namun ternyata dibalik lucu dan gemesnya makhluk ini, ternyata menyimpan satu potensi bahaya yang cukup besar. Si puss ini ternyata bisa menjadi media yang tepat dalam menyebarkan sejumlah bibit penyakit dan virus. Mulai dari tokso hingga yang namanya rabies yang sangat mengerikan. Untuk menambah pengetahuan kita semua, berikut ini adalah sejumlah fakta unik yang patut kita simak:

1. Tahukah kamu, kucing (Felis silvestrid-catus), terutama kucing rumah adalah salah satu hewan predator paling hebat di dunia. Kucing ini mampu membunuh dan atau memakan beberapa ribu species, mengalahkan kucing besar (seperti singa, harimau, dan sejenisnya) yang hanya mampu memangsa kurang dari 100 species. Namun karena ukurannya terbilang kecil, maka tidak berbahaya bagi manusia (syukurlah...). Namun tetap saja sangat berbahaya apabila kucing ini terinfeksi rabies.

2. Kucing telah berasosiasi dengan kehidupan manusia sekurangnya sejak 3500 tahun yang lalu. Ketika itu orang Mesir kuno telah menggunakan kucing untuk mengusir hama tikus dan hewan pengerat lainnya dari hasil panen mereka. Namun, percaya atau tidak, di dunia ini hanya terdapat 1% populasi kucing di dunia yang termasuk galur murni atau kucing ras. Sisanya adalah kucing hasil pencampuran dari berbagai ras atau biasa yang kita sebut sebagai kucing kampung. Karena itu, kucing ras termasuk kucing yang paling sering dicari dan mahal harganya.

3. Di Indonesia, suara kucing sering ditulis dengan kata "Meong". Dalam bahasa Inggris yang digunakan di Amerika, suara kucing sering ditulis dengan "Meow". Di negara Inggris sendiri, suara kucing ditulis "Miaow". Kalau bahasa Jepang sering ditulis dengan kata "Nya".

4. Kucing biasanya memiliki berat badan antara 2,5 hingga 7 kg dan jarang melebihi 10 kg, kecuali diberi makan berlebih, si pussy bisa mencapai berat badan 23 kg. Dalam penangkaran, kucing dapat hidup selama 15 hingga 20 tahun, dimana kucing tertua pernah diketahui berusia 36 tahun! Kucing liar yang hidup di lingkungan urban modern hanya mampu hidup selama 2 tahun atau bahkan kurang dari itu.

5. Kucing termasuk hewan yang sangat bersih. Mereka sering merawat diri dengan menjilati rambut mereka. Saliva atau air liur mereka adalah agen pembersih yang kuat. tapi dapat memicu alergi pada manusia. Kadangkala kucing memuntahkan semacam hairball atau gulungan rambut yang terkumpul di dalam perutnya. Sementara itu kucing dapat menyimpan energi dengan cara tidur lebih sering ketimbang hewan lain. Lama tidur kucing bervariasi antara 12 - 16 jam per hari, dengan angka rata-rata 13 - 14 jam. Tapi tidak jarang dijumpai kucing yang tidur selama 20 jam dalam satu hari!

6. Percaya atau tidak, di abad pertengahan kucing dianggap berasosiasi dengan penyihir dan sering dibunuh dengan cara dibakar dan dilempar dari tempat tinggi. Sejumlah ahli sejarah percaya bahwa wabah Black Death atau wabah pes menyebar dengan cepat di Eropa pada abad ke-14 akibat tahyul itu. Hal itu disebabkan banyaknya pembunuhan kucing yang dilakukan sehingga meningkatkan populasi tikus yang membawa wabah pes tersebut.

Retention Time

Disarikan dari asistensi kuliah Pengolahan Lapangan dan Transportasi pada tanggal 11 Februari 2009, oleh Garry dkk.
Retention time adalah waktu minimal yang diperlukan oleh campuran fluida untuk memisah secara gravitasi di dalam suatu tanki, dalam hal ini adalah separator.
Untuk itu, retention time dapat juga diartikan sebagai waktu yang paling lama yang dialami oleh suatu droplet untuk dapat keluar dari continuous phase yang berbeda fasa yang ada di sekitarnya. Artinya, retention time ditentukan oleh droplet yang memiliki terminal velocity paling lambat. Logikanya begini, kalau yang paling lambat sudah berhasil memisah, berarti yang lain juga sudah terpisah.
Berdasarkan persamaan settling dan rising :
Settling
Rising
(formulanya lupa bawa, sorry ^_^)
Pada kondisi laminar, CD = 24/Re
Dari kedua persamaan di atas, terlihat bahwa kecepatan terminal yang paling kecil dimiliki oleh bubble gas yang mengalami rising, dengan ukuran bubble yang paling kecil.
Jika ukuran droplet yang paling kecil dan mengalami rising dapat diketahui, maka retention time dapat dihitung dengan rumus :
Retention time = H/Vt
Dengan H adalah panjangnya continuous phase yang harus dilalui oleh bubble yang paling kecil sehingga dapat bergabung dengan kawan-kawannya sesama kaum gas, yang ada di atas minyak. Ilustrasinya adalah sebagai berikut:

Solusi analitik Persamaan Difusivitas Radial (Kondisi Infinite Acting)

Disarikan dari kuliah Teknik Reservoir II tanggal 10 Februari 2009
Kondisi infinite acting adalah kondisi ketika reservoir seakan-akan tidak terbatas, artinya efek dari batas reservoir belum dirasakan/ transien tekanan belum mencapai batas reservoir. Jika digambarkan adalah sebagai berikut.
Untuk menentukan solusi persamaan difusivitas radial, perlu didefinisikan terlebih dahulu suatu variabel yang tak berdimensi, yaitu :
Dimensionless pressure, PD = kh(Pi-P)/(α2qµB)
Dimensionless time, tD = α1 kt/(��µCt rw2)
Dimensionless drainage radius, reD = re/rw
Dimensionless radius, rD = r/rw
Jika persamaan difusivitas radial dinyatakan dalam parameter tak berdimensi, menjadi :
Terdapat dua macam asumsi yang digunakan untuk menentukan solusi dari persamaan difusivitas radial pada kondisi infinite acting, yaitu :

  • Mengasumsikan sumur sebagai suatu garis, artinya jari-jari sumur 0. Solusinya disebut line source solution.
Pada kondisi ini :
Initial Condition : PD(rD,0)=0
Outer boundary condition : PD(rD∞, tD) = 0
Inner boundary condition : (rD*PD/rD)= - 1, rD0
Dengan berbagai operasi matematika, dan dengan memperhatikan initial condition dan boundary condition, didapatlah solusi sebagai berikut, yang masih dalam ruang laplace, dan harus dilakukan invers untuk mendapatkan solusi yang real :
K0 adalah modified Bessel function of first kind

  • Sumur memiliki dimensi, artinya jari-jari sumur finite. Disebut cylindrical source solution.
Initial Condition : PD(rD,0)=0
Outer boundary condition : PD(rD∞, tD) = 0
Inner boundary condition : (rD*PD/rD)= - 1, rD1
Solusinya adalah :
Dengan K1 adalah modified Bessel function of second kind

Gas Lift Operation (1)

Disarikan dari kuliah Artificial Lift tanggal 10 Februari 2009
Kategori sumur produksi:

  • Hi productivity index (PI), hi bottomhole pressure (BHP)

  • Hi PI, low BHP

  • Low PI, hi BHP

  • Low PI, low BHP
Suatu PI dikatakan tinggi jika >0.5 stb/day-psi dan rendah jika ≤0.5 stb/day-psi. Sedangkan kriteria BHP yang tinggi yaitu jika static BHP dapat men-support ≥70 % kolom fluida di dalam sumur, dan rendah jika static BHP men-support <40>
Dari segi operasionalnya, metode gas lift dibagi menjadi 2:

  • Continuous gas lift : gas diinjeksikan secara kontinu ke dalam tubing lewat annulus. Metode ini biasa dilaksanakan pada saat tekanan reservoir masih tinggi dan pada sumur dengan PI yang tinggi pula. Metode ini prosedurnya lebih mudah dilakukan karena tidak perlu dilakukan pengaturan time cycling.

  • Intermittent gas lift : gas diinjeksikan secara periodik ke dalam tubing. Metode ini dilakukan pada saat tekanan reservoir sudah mulai turun, dan juga pada sumur dengan PI yang rendah.
Dalam memilih metode gas lift yang akan dilakukan harus diperhitungkan berbagai aspek, mulai dari ketersediaan gas, biaya, rate yang dihasilkan, dll.
Dalam melakukan perencanaan sumur gas lift, perlu dilakukan hal-hal berikut:

  • Liquid flow analysis : berapa rate yang akan dihasilkan dengan dilakukannya gas lift ini. Ini disebut sebagai gas lift potential.

  • Gas flow analysis : berkaitan dengan berapa jumlah gas yang harus diinjeksikan.

  • Unloading process analysis : berkaitan dengan peletakan/spacing subsurface valve.

  • Valve characteristic analysis : berkaitan dengan pemilihan subsurface valve.

  • Installation design.


  1. Evaluation of gas lift potential
Untuk mengetahui gas lift potential, dapat dilakukan Nodal Analysis dengan menambahkan valve dan gas input pada tubing.
GLR di atas node = GLR injection + GLR formation
GLR injection = qinjection gas/qliquid
Nodal Analysis :
Pwf - pressure drop below node = Pwh + pressure drop upside of node
dP di bawah node = f(q, GLR formasi, dll)
dP di atas node = f(q, GLR total, dll)

berdasarkan ketersediaan gas, yaitu unlimited dan limited, analisis untuk penentuan jumlah gas yang harus diinjeksikan agar diperoleh hasil yang maksimal adalah :

  • Jika jumlah gas tidak terbatas. Hal ini bisa terjadi pada lapangan yang memproduksi gas dalam jumlah besar. Untuk mengetahui jumlah gas yang optimal, dapat dilakukan nodal analysis yang digambarkan pada grafik di bawah ini
Jika q operasional diplot terhadap GLR(total, yaitu GLR di atas injection valve), didapat grafik di bawah ini :
Akan didapat nilai GLR optimum. Jika jumlah gas tidak terbatas, artinya kita bebas menggunakan gas dalam jumlah berapapun, jumlah gas yang harus diinjeksikan dapat dihitung dengan cara di bawah ini :
GLR injeksi = GLR total – GLR formasi
q injeksi = GLR injeksi * q liquid.

  • Jika jumlah gas terbatas, rumus yang dapat dipakai adalah :
GLR total = GLR formasi + (qinjeksi/q liquid)
Untuk menentukan q liquid yang dihasilkan dengan jumlah gas yang ada, perlu dilakukan trial and error, karena berdasarkan grafik GLR vs q di atas, q adalah f(GLR), sedangkan pada rumus di atas, ada dua parameter yang belum diketahui, yaitu GLR total dan q liquid itu sendiri.


  • Gas Flow Requirements (outflow from compressor)
Pada kondisi lapangan, umumnya satu kompresor harus dapat mensuplai kebutuhan gas untuk lebih dari satu sumur gas lift, bahkan hingga puluhan. Untuk mengetahui jumlah gas yang harus dikeluarkan dari kompresor adalah jumlah dari semua kebutuhan sumur gas lift yang ada pada kondisi puncak operasi ditambahkan dengan safety factor sebesar 5 %.