December 12, 2010

Ketika Virus-Virus Futur Menyerang

Sebagai seorang muslim, kita perlu mengetahui bahwa yang bisa menyelamatkan kita di kehidupan akhirat kita hanya dua hal, yaitu aqidah shohihah dan amal sholih. Yang perlu kita lakukan di dunia ini adalah hanya selalu istiqomah di atas kedua hal tersebut. Namun, ada kalanya ketika kita sedang berusaha istiqomah, kita malah berbelok dari jalur keistiqomahan tersebut. Kita mundur dari apa yang kita pertahankan tersebut.Keadaan seperti ini dalam Islam diistilahkan dengan futur.
Berikut ini saya ringkaskan hasil ta'lim kemarin sore bersama Al Ustadz Abu Hamzah hafidhohullohu, mengenai masalah futur ini.

Definisi Futur
Futur secara bahasa bisa diartikan terputus setelah terus menerus, pasif setelah aktir, kemunduran, dan kemalasan. Secara istilah artinya kemunduran kita dalam menjalankan perintah-perintah agama.

Penyebab Futur
1. Berlebih-lebihan dalam menjalankan perintah agama, hingga tidak memberikan kesempatan kepada tubuh untuk beristirahat, dan tidak memberikan hak-haknya. Hal ini akan menyebabkan kebosanan hingga akhirnya malah akan meninggalkan ibadah tersebut. Rosululloh sholallohu 'alaihi wasallam melarang umatnya untuk berlebih-lebihan dalam menjalankan ibadah.
2. Berlebihan dalam mengkonsumsi hal mubah. Pada bagian ini, ustadz menerangkan contohnya adalah makan. Ketika kita berlebihan dalam makan, tubuh kita akan kekenyangan dan akan menyebabkan malas beribadah. Mungkin bisa juga tidur dijadikan sebagai contoh lain.
3. Senang hidup menyendiri, dan menghindari berkumpul dengan orang lain, terutama orang-orang sholih. Ketika orang suka hidup menyendiri, tidak ada orang lain yang bisa dijadikan cermin, yang bisa dijadikan cambuk ketika imannya sedang down. Selain itu, syaiton selalu bersama orang yang sendirian. Jika ada teman, ketika amalan kita down, kita melihat kepada teman kita yang masih semangat, maka kita akan tercambuk untuk semangat kembali. Selain itu, ketika ada teman, kita bisa saling menasihati.
4. Kurangnya mengingat kematian dan akhirat. Kita disibukkan dengan aktivitas duniawi, seperti bekerja, kuliah, dll. Hal ini akan menyebabkan kita lalai terhadap ibadah kita. Jika kita mengingat kematian, mengingat bahwa kita akan kembali ke tanah, kemudian akan ada hari perhitungan dan pembalasan, maka kita akan merasa takut akan hal itu dan akan semangat lagi untuk melaksanakan ibadah. Oleh karena itu, ustadz menyarankan agar kita sekali-kali membaca buku tentang kematian, tentang hari kiamat, di sela-sela aktivitas kita sehari-hari.
5. Terlalu banyak melakukan hal yang sia-sia. Ini juga akan menyebabkan kemunduran kita dalam beribadah.
6. Adanya makanan yang bersifat haram dan syubhat dalam tubuh kita. Makanan haram kita tahu, sedangkan makanan syubhat adalah makanan yang tidak jelas halal atau haram.

Apa Solusinya?
Solusinya tentu saja adalah lawan dari penyebab-penyebab itu. Kita harus senantiasa memperhatikan hak-hak tubuh kita agar tidak capek, kita tidak boleh berlebihan dalam hal-hal mubah, kita harus berkumpul bersama orang-orang sholih, harus sering mengingat kematian dan akhirat, menghindari perkara yang sia-sia, dan menjaga makanan yang masuk ke dalam tubuh kita.
Saya juga ingin memberikan solusi tambahan yang saya dapat dari pengalaman hidup sehari-hari saya. Pertama adalah ketika kita sedang lemah, paksakan saja diri kita untuk melaksanakan ibadah dan sebisa mungkin kita hindari maksiat, sebab iman itu bertambah dengan ketaatan dan berkurang dengan maksiat. Ketika kita memaksakan untuk beramal dan menghindari maksiat, iman kita akan bertambah, dan efeknya kita akan lebih semangat lagi dalam melakukan ibadah dan menjauhi maksiat, dan begitu seterusnya, seperti efek domino. Sedangkan solusi yang kedua, dikhususkan bagi para pemuda yang belum menikah, yaitu selalu mengingat surat AnNuur ayat 26: "Wanita-wanita yang keji adalah untuk laki-laki yang keji, dan laki-laki yang keji adalah buat wanita-wanita yang keji (pula), dan wanita-wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik dan laki-laki yang baik adalah untuk wanita-wanita yang baik". Jika kita ingin mendapatkan pasangan yang sholih/sholihah, buatlah diri kita menjadi sholih/sholihah dulu. Jika seorang pemuda mengingat ini, insyaAlloh ia akan semangat lagi ibadahnya..
Selamat mengaplikasikan, semoga bermanfaat.

December 08, 2010

Renungan Hari Ini

Ya Alloh, apa yang selama ini aku lakukan. Aku telah membuang-buang waktu, untuk sesuatu yang tak berguna. Padahal, seorang yang beriman tidak akan menyia-nyiakan waktunya. Adapun aku, tidak hanya disia-siakan waktuku, bahkan waktu itu aku buang ke tempat sampah, yang kotor.
Waktu memang tidak bisa diputar lagi, apa yang telah dilalui tidak bisa diulangi. Lalu bagiamana aku harus menyikapi. Yang bisa kulakukan hanya memperbaiki waktu yang segera kujelang. Mulai dari saat ini juga.
Yang perlu aku lakukan adalah memperbaiki diri. Karena iman bertambah dengan amal dan berkurang dengan maksiat.
Ya Alloh, bimbinglah diriku...

December 04, 2010

Demam Bulutangkis

Setelah event asian games 2010 selesai dengan hasil gemilang bagi pasangan Indonesia, Kido-Hendra, tanganku menjadi semakin gatal untuk memegang raket. Bagaimana tidak, melihat teknik memukul yang mereka lakukan, aku jadi ingin sekali untuk bisa melakukan itu. Oleh karena itu, aku menjadi semakin rajin latihan. Kemudian aku cari-cari referensi, baik berupa artikel, ebook, maupun video tentang teknik-teknik yang benar dalam bermain bulutangkis. Dan demamku ini semakin dikondisikan dengan semakin banyaknya temanku yang mulai menggemari olahraga pukul-memukul bulu ini.
Sebenarnya bulutangkis bukanlah hal yang baru dalam hidupku. Aku sudah memegang raket sejak kelas 3 SD. Ini karena bapakku dan pamanku adalah penggemar bulutangkis, dan di belakang rumah ada lapangan bulutangkis yang rutin digunakan oleh warga di sekitar RT-ku untuk berlatih setiap malam minggu. Kondisi inilah yang membuat bulutangkis sangat familiar bagiku.
Namun ketika SMA, aku mulai jarang bermain bulutangkis. Hal ini karena lapangannya sudah beralih fungsi, kemudian banyak para pemain bulutangkis di RT-ku sudah mulai uzur dan jarang bermain bulutangkis. Dan baru di bangku kuliah aku mulai aktif lagi.
Bulutangkis dapat dikatakan merupakan olahraga raket dengan kecepatan tinggi. Hal ini karena shuttlecock tidak boleh menyentuh lantai lapangan selama pertandingan atau kita akan kehilangan point. Selain itu, kecepatan gerak dan reaksi/reflek pemain dalam mengantisipasi datangnya bola juga sangat penting, apalagi pada permainan ganda (lihat video di bawah). Hal inilah yang membuat bulutangkis sangat menarik bagiku

November 02, 2010

Macet: Hasil Observasi Tadi Siang

Seandainya pengguna mobil yang mengendarai mobilnya sendirian mau mengalah dan sedikit mau berkorban, misal dengan memakai angkot atau sepeda, insya Alloh kemacetan di kota-kota besar akan sedikit terkurangi. Penjelasannya seperti ini, jika satu mobil dengan luas 6 m2, dan ada 6 orang yang bepergian dengan mobil masing-masing, maka kapasitas jalan yang digunakan sebanyak 36 m2. Seandainya 6 orang ini mau mengorbankan gengsinya, dan mau menggunakan angkot, maka kapasitas jalan yang digunakan berkurang menjadi hanya 6 m2. Lihatlah perbedaan yang sangat signifikan ini. Seandainya di Bandung ini dalam seharinya terdapat 1000 orang yang menggunakan mobil seorang diri, maka kapasitas jalan yang digunakan adalah 6000 m2. Jika tiap angkot dapat mengangkut 10 orang, maka yang dibutuhkan hanya sebanyak 100 angkot, dan total kapasitas jalan yang digunakan akan berkurang secara signifikan menjadi hanya 600 m2. Dan tentu akan lebih kecil lagi jika semua orang ini menggunakan sepeda. Dari perhitungan ini, saya yakin sepertinya penyebab terbesar kemacetan di kota besar adalah orang-orang ini, orang-orang yang karena gengsi atau alasan apapun berkendara dengan mobil seorang diri dengan seenaknya. Oleh karena itu, saya gak suka sama orang yang naik mobil sendirian. Buang-buang kapasitas jalan.

October 29, 2010

Mandulnya Riset Mahasiswa di Bidang Perminyakan di TM-ITB

{Tulisan ini merupakan opini saya pribadi berdasarkan apa yang saya lihat. Mungkin ada hal yang benar, mungkin pula ada yang tidak sesuai kenyataan. Jika ada yang kurang sesuai, tulisan ini terbuka terhadap koreksi}

Majunya riset di suatu negara merupakan salah satu parameter keunggulan negara tersebut, terutama di bidang pengetahuan. Riset juga bisa dijadikan parameter keunggulan SDM dan tingkat pendidikan. Di Indonesia, lebih khusus lagi di ITB, atau lebih tepatnya di Teknik Perminyakan, riset belum dilaksanakan dengan optimal. Memang, selama ini banyak dilakukan proyek-proyek yang bekerja sama dengan perusahaan-perusahaan minyak.Namun, proyek tentu saja tidak sama dengan riset. Dalam proyek, metode atau teknologi yang digunakan biasanya yang sudah ada, sehingga minim inovasi. Lalu bagaimana dengan TA yang dilakukan mahasiswa?? Meskipun ada TA yang bersifat riset, jumlahnya tidaklah banyak, ataupun riset yang dilakukan dalam TA kurang intensif, sehingga TA-nya pun kurang inovatif.
Riset dapat didefinisikan sebagai "the search for knowledge or as any systematic investigation, with an open mind, to establish novel facts, usually using a scientific method."(Wikipedia). Kata kuncinya adalah: systematic, novel, scientific method. Jadi riset harus dilakukan secara sistematik, menghasilkan hal baru (inovasi), dan berdasarkan metode saintifik.Ketika riset dilakukan dengan optimal, maka akan diperoleh inovasi-inovasi yang orang lain belum memilikinya. Oleh karena itu, riset dapat menuntun kepada suatu kemandirian, terutama di bidang teknologi. Mungkin hal inilah yang membuat Indonesia masih tergantung kepada bangsa lain di bidang teknologi, yaitu karena kurang optimalnya riset di negeri ini, dalam kasus ini di bidang Teknik Perminyakan di Indonesia.
Terdapat berbagai penyebab mengapa riset di TM kurang optimal:
1. Mahasiswa kurang diberi dorongan untuk tertarik kepada riset. Mungkin karena riset membutuhkan ketekunan dan waktu yang lama sehingga sedikit mahasiswa yang tertarik untuk melakukannya. Selain itu, seseorang yang ingin melakukan riset harus mau berkutat dengan buku referensi, jurnal, makalah, dan referensi-referensi lain yang berkaitan dengan hal yang akan diteliti. Kebanyakan mahasiswa kurang menyenangi hal ini. Mereka lebih menyukai permasalahan-permasalahan praktis, yang mudah dikerjakan.
2. Peralatan pendukung riset tidak memenuhi syarat. Sebagai mahasiswa TM-ITB, kita semua tahu lah kondisi lab AFR, lab Petro dan Lab lainnya. Hal ini tentu saja akan menghambat suatu kegiatan penelitian. Siapa yang harus bertanggung jawab terhadap semua ini??Tentu saja hal ini berbeda jauh dengan yang ada di KFUPM (http://www.kfupm.edu.sa/pet/pe_laboratories.htm).
Mungkin baru dua hal itu yang bisa saya identifikasi yang menjadi penyebab kurang gregetnya kegiatan riset di TM-ITB. Semoga segera ditemukan solusinya oleh pihak-pihak berwenang.